Jadwal Sholat di Depok

tersisa untuk Subuh

Minggu, 10 Mei 2026
23 Dzulkaidah 1447
Subuh
Sembahyang Subuh
Shuruq
Matahari Terbit
Dzuhur
Doa Siang
Ashar
Dan Shalat Ashar
Maghrib
Matahari terbenam
Isya
Doa Malam

Liga Muslim Dunia, Hanafi

Jadwal shalat wajib di Depok untuk Mei 2026

Waktu shalat wajib yang tepat di Depok disusun menurut mazhab Hanafi (mengubah).

Mengapa waktu salat di Depok harus dihitung berdasarkan koordinat, bukan hanya jam kota?

Karena waktu salat ditentukan oleh posisi Matahari terhadap lokasi yang sangat spesifik. Koordinat Depok memengaruhi kapan Zuhur, Asar, Magrib, Subuh, dan Isya terjadi. Dua wilayah dalam zona waktu yang sama tetap bisa memiliki jadwal salat berbeda jika bujur dan lintangnya berbeda.

Apakah jadwal salat di Depok perlu penyesuaian Daylight Saving Time?

Tidak perlu. Indonesia, termasuk Depok, tidak menerapkan Daylight Saving Time. Yang penting adalah memastikan sistem memakai zona waktu Asia/Jakarta secara konsisten agar jadwal tidak bergeser karena konfigurasi waktu yang salah.

Apa perbedaan utama waktu Asar metode Standar dan Hanafi?

Metode Standar menetapkan Asar saat bayangan benda sama dengan tingginya ditambah bayangan saat tengah hari, sedangkan metode Hanafi menunggu hingga bayangan menjadi dua kali tinggi benda ditambah bayangan tengah hari. Karena itu, Asar versi Hanafi umumnya lebih lambat daripada metode Standar.

Arah Kiblat untuk Depok

Lokasi saat ini
Depok, Jawa Barat, Indonesia
Zona Waktu
Asia/Jakarta
Garis Lintang
-6.40000000
Garis Bujur
106.81667000

Ketepatan waktu salat di Depok, Jawa Barat, sangat bergantung pada koordinat geografis yang presisi: lintang -6.40000000, bujur 106.81667000, dan zona waktu Asia/Jakarta (UTC+7). Dalam perhitungan astronomi, selisih beberapa menit saja bisa muncul hanya karena perubahan kecil pada lintang, bujur, ketinggian lokasi, atau metode hisab yang dipilih. Karena Depok berada dekat khatulistiwa, variasi durasi siang dan malam relatif kecil sepanjang tahun, tetapi akurasi tetap penting untuk memastikan Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya masuk pada waktu yang benar sesuai parameter ilmiah dan praktik umat setempat.

Bagaimana Koordinat Geografis Mempengaruhi Waktu Salat di Depok

Koordinat geografis adalah fondasi utama dalam perhitungan waktu salat. Lintang menentukan seberapa tinggi atau rendah lintasan Matahari terhadap cakrawala, sedangkan bujur memengaruhi waktu terjadinya tengah hari matahari dan seluruh pergeseran waktu harian. Di Depok, bujur 106.81667000 berarti Matahari melintasi meridian lokal sedikit setelah patokan bujur standar WIB, sehingga waktu Zuhur tidak persis sama dengan jam 12:00. Perhitungan modern menggunakan posisi Matahari relatif terhadap horizon, bukan sekadar jam statis, sehingga hasilnya dapat direproduksi secara matematis untuk tanggal dan lokasi yang sama.

Pengaruh Lintang terhadap Subuh, Isya, dan Asar

Lintang -6.40000000 menempatkan Depok di wilayah tropis, sehingga sudut depresi Matahari saat fajar dan senja bekerja dengan stabil sepanjang tahun dibandingkan daerah lintang tinggi. Namun, sudut tersebut tetap menentukan kapan cahaya fajar muncul untuk Subuh dan kapan kegelapan malam benar-benar masuk untuk Isya. Untuk Asar, lintang turut memengaruhi panjang bayangan benda saat Matahari bergerak menurun. Semakin dekat ke ekuator, perbedaan musim tidak terlalu ekstrem, tetapi presisi tetap diperlukan karena beberapa menit pergeseran dapat berdampak pada disiplin jamaah dan jadwal masjid.

Bujur, Waktu Matahari, dan Koreksi Zona Waktu

Bujur berperan langsung dalam koreksi waktu matahari lokal. Depok menggunakan zona waktu Asia/Jakarta, sehingga seluruh rumus dikunci ke UTC+7. Rumus tengah hari matahari menghitung kapan Matahari mencapai titik tertinggi, lalu menyesuaikannya dengan bujur setempat. Inilah sebabnya dua kota di zona waktu yang sama tetap bisa memiliki jadwal Zuhur dan Magrib yang berbeda. Semakin akurat koordinat yang dipakai, semakin tepat pula hasil akhir jadwal salat untuk wilayah Depok dan sekitarnya.

Penyesuaian Perubahan Cahaya Musiman dan DST untuk Subuh serta Isya

Di Depok, pengaruh perubahan durasi siang dan malam ada, tetapi tidak seekstrem wilayah subtropis. Indonesia juga tidak menerapkan Daylight Saving Time (DST), sehingga jam resmi tidak maju atau mundur musiman seperti di Amerika Serikat atau Eropa. Artinya, jadwal salat di Depok tidak memerlukan koreksi DST tahunan. Meski begitu, algoritma tetap harus menggunakan tanggal kalender yang benar karena posisi Matahari berubah setiap hari akibat pergerakan Bumi mengelilingi Matahari.

Subuh dan Isya di Daerah Tropis

Subuh dan Isya paling sensitif terhadap parameter sudut Matahari. Pada metode hisab modern, Subuh dihitung saat Matahari berada beberapa derajat di bawah horizon timur, sedangkan Isya dihitung saat hilangnya mega merah atau hilangnya cahaya senja menurut sudut tertentu. Karena Depok berada di lintang rendah, durasi antar-waktu salat relatif stabil, tetapi transisi cahaya tetap harus dihitung secara astronomis agar tidak bergantung pada perkiraan visual yang bisa berbeda antar tempat dan musim.

Apakah DST Berlaku untuk Depok?

Tidak. Daylight Saving Time tidak berlaku di Indonesia, termasuk Depok. Karena itu, jam salat tidak perlu disesuaikan dengan perubahan musim pada jam resmi. Namun, jika sebuah sistem perhitungan dibuat lintas negara, penting memastikan bahwa modul waktu otomatis mengenali zona Asia/Jakarta tanpa aturan DST. Kesalahan kecil pada konfigurasi zona waktu dapat menggeser seluruh jadwal salat beberapa puluh menit, sehingga validasi wilayah menjadi sangat penting untuk portal Islam yang mengutamakan presisi.

Memahami Perbedaan Metode Perhitungan Asar: Standar dan Hanafi

Waktu Asar memiliki dua pendekatan utama yang diakui luas dalam hisab. Perbedaan ini berasal dari fiqih bayangan benda pada sore hari. Metode Standar, yang banyak dipakai dalam mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali, menetapkan Asar ketika panjang bayangan suatu benda sama dengan tinggi bendanya, ditambah bayangan saat tengah hari. Sementara itu, metode Hanafi menetapkan Asar ketika bayangan benda menjadi dua kali tingginya, ditambah bayangan saat tengah hari. Karena itu, Asar versi Hanafi biasanya datang lebih lambat dibanding metode Standar.

Metode Standar: Umum Dipakai di Indonesia

Di Indonesia, termasuk Depok, metode Standar sangat umum dipakai karena selaras dengan praktik mayoritas umat dan banyak dipilih oleh lembaga penanggalan Islam. Secara matematis, metode ini menggunakan faktor bayangan 1. Hasilnya biasanya terasa lebih awal dibanding Hanafi, dan lebih sesuai dengan kebutuhan jadwal masjid, sekolah, serta perkantoran yang mengikuti kalender ibadah nasional. Untuk pengguna portal Islam, pemahaman tentang metode ini penting agar jadwal Asar yang ditampilkan sesuai dengan kebiasaan lokal.

Metode Hanafi: Lebih Lambat dan Tetap Valid

Metode Hanafi memakai faktor bayangan 2, sehingga waktu Asar bergeser lebih akhir. Ini bukan kesalahan, melainkan perbedaan fiqih yang sah. Dalam konteks layanan digital, sangat baik jika portal memberi opsi pemilihan metode agar pengguna dapat menyesuaikan dengan amalan mazhab masing-masing. Untuk Depok, perbedaan antara Standar dan Hanafi bisa cukup terasa dalam jadwal harian, terutama saat musim tertentu ketika panjang bayangan berubah lebih cepat pada sore hari.

Masjid dan Pusat Islam di Depok

Berikut beberapa masjid dan pusat Islam yang dikenal di Depok. Data kontak dapat berubah, sehingga verifikasi mandiri tetap disarankan sebelum berkunjung.

Nama Alamat Telepon
Masjid Jami Al-Hidayah Jl. Margonda Raya, Depok, Jawa Barat Tidak tersedia
Masjid UI Al-Hurriyyah Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat Tidak tersedia
Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Jl. Meruyung Raya, Limo, Depok, Jawa Barat Tidak tersedia
Masjid Agung Balaikota Depok Area Balai Kota Depok, Jawa Barat Tidak tersedia
Situs ini menggunakan cookie.