Jadwal Sholat di Bandung

tersisa untuk Ashar

Rabu, 10 Juni 2026
24 Dzulhijjah 1447
Subuh
Sembahyang Subuh
Shuruq
Matahari Terbit
Dzuhur
Doa Siang
Ashar
Dan Shalat Ashar
Maghrib
Matahari terbenam
Isya
Doa Malam

Liga Muslim Dunia, Hanafi

Jadwal shalat wajib di Bandung untuk Juni 2026

Waktu shalat wajib yang tepat di Bandung disusun menurut mazhab Hanafi (mengubah).

Mengapa jadwal salat Bandung tidak sebaiknya memakai data umum tanpa koordinat?

Karena Bandung memiliki lintang dan bujur spesifik yang memengaruhi waktu matahari lokal. Tanpa koordinat presisi, hasil perhitungan bisa bergeser beberapa menit dari kondisi sebenarnya.

Apa perbedaan utama Asar standar dan Hanafi di Bandung?

Perbedaan utamanya ada pada faktor bayangan. Metode standar menetapkan Asar saat bayangan sama dengan tinggi benda, sedangkan metode Hanafi saat bayangan menjadi dua kali tinggi benda. Akibatnya, Asar menurut Hanafi biasanya lebih lambat.

Mengapa waktu Isya bisa berbeda antar-metode?

Karena setiap metode memakai sudut senja astronomis yang berbeda. Semakin besar sudut yang dipakai, semakin lambat waktu Isya masuk. Inilah sebabnya jadwal Isya dapat bervariasi antar aplikasi atau kalender.

Arah Kiblat untuk Bandung

Lokasi saat ini
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Zona Waktu
Asia/Jakarta
Garis Lintang
-6.92222000
Garis Bujur
107.60694000

Ketepatan waktu salat di Bandung, Jawa Barat, sangat ditentukan oleh perhitungan astronomi yang presisi, bukan sekadar tabel umum. Dengan koordinat Lintang -6.92222000, Bujur 107.60694000, dan zona waktu Asia/Jakarta, pergeseran menit kecil saja dapat memengaruhi masuknya Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Karena itu, pemahaman metode hisab—terutama pada perbedaan madzhab, sudut senja, serta pengaruh lokasi geografis—menjadi penting agar jadwal salat yang digunakan benar-benar sesuai kondisi Bandung.

Perbedaan metode perhitungan Asar: standar dan Hanafi

Waktu Asar dihitung dari panjang bayangan benda terhadap bayangan saat tengah hari. Dalam praktik internasional, terdapat dua pendekatan utama yang sering dipakai. Metode standar yang diikuti oleh mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menetapkan Asar ketika bayangan suatu benda sama dengan tinggi benda tersebut, ditambah bayangan saat zawal (faktor 1). Sementara itu, metode Hanafi menetapkan Asar ketika bayangan benda menjadi dua kali tinggi benda, ditambah bayangan saat zawal (faktor 2).

Dampak praktis pada jadwal salat di Bandung

Di Bandung, perbedaan antara dua metode ini umumnya menghasilkan selisih waktu Asar yang nyata, meskipun tidak ekstrem. Metode Hanafi biasanya membuat waktu Asar masuk lebih lambat dibanding metode standar. Bagi masjid, lembaga pendidikan Islam, atau masyarakat yang ingin menyamakan jadwal dengan tradisi fiqh tertentu, pemilihan metode ini harus dilakukan secara konsisten agar tidak terjadi kebingungan dalam penjadwalan iqamah, kajian, dan aktivitas sore.

Karena Bandung berada di lintang selatan yang relatif dekat khatulistiwa, perubahan panjang bayangan dari hari ke hari cenderung stabil dibanding wilayah lintang tinggi. Namun, secara astronomis, selisih beberapa derajat posisi matahari tetap memengaruhi kapan faktor bayangan 1 atau 2 tercapai. Inilah sebabnya kalender salat yang akurat perlu memuat parameter mazhab dengan jelas, bukan hanya menampilkan satu angka Asar tanpa metodologi.

Bagaimana aturan perhitungan senja memengaruhi waktu Isya pada bulan-bulan dengan durasi siang lebih panjang

Waktu Isya ditentukan oleh hilangnya cahaya senja astronomis, yang dalam banyak metode dihitung berdasarkan sudut matahari di bawah ufuk. Semakin kecil sudut yang digunakan, semakin cepat Isya masuk; semakin besar sudutnya, semakin lambat Isya. Dalam pendekatan yang lazim dipakai di berbagai wilayah, sudut Isya sering berkisar antara 15° hingga 18° di bawah ufuk, tergantung metode. Bandung umumnya tidak mengalami fenomena siang ekstrem seperti wilayah lintang sangat tinggi, tetapi pada periode tertentu—terutama mendekati musim kemarau—transisi senja bisa terasa lebih panjang atau lebih jelas sehingga pemilihan sudut sangat berpengaruh pada jadwal.

Implikasi saat langit senja tampak lebih lama

Ketika matahari terbenam dan cahaya merah keemasan bertahan lebih lama di langit, waktu Isya tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan pengamatan kasat mata yang subjektif. Perhitungan astronomi memberikan batas yang lebih konsisten, karena menggunakan posisi geometris matahari terhadap horizon. Di Bandung, pendekatan ini penting untuk menghindari perbedaan jadwal antar-masjid yang terlalu lebar. Bagi komunitas yang mengacu pada metode tertentu, misalnya yang mengikuti sudut senja lebih konservatif, Isya bisa masuk beberapa menit lebih lambat dibanding metode dengan sudut yang lebih kecil.

Dalam praktik lokal Indonesia, konsistensi jauh lebih penting daripada variasi yang terlalu sering berganti. Jika sebuah masjid memakai parameter tertentu untuk jadwal tahunan, maka parameter itu sebaiknya dipertahankan sepanjang tahun agar jamaah memiliki kepastian ibadah. Perubahan hanya dilakukan jika ada dasar ilmiah dan keputusan kelembagaan yang jelas.

Pengaruh koordinat geografis terhadap ketepatan waktu salat di Bandung

Lintang dan bujur adalah fondasi utama dalam hisab waktu salat. Lintang -6.92222000 menentukan sudut lintasan harian matahari terhadap horizon lokal, sedangkan bujur 107.60694000 memengaruhi perbedaan waktu matahari lokal dibanding meridian zona waktu Asia/Jakarta. Meskipun Bandung berada dalam satu zona waktu yang sama dengan sebagian besar Jawa Barat, posisi bujur tetap membuat waktu matahari sejati Bandung berbeda dari kota lain di zona yang sama.

Kenapa menit perbedaan tetap signifikan

Secara teknis, pergeseran bujur sekitar 1 derajat setara dengan selisih waktu sekitar 4 menit. Artinya, perbedaan beberapa puluh kilometer ke arah timur atau barat dapat menggeser Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya dalam hitungan menit. Untuk Bandung, koreksi ini penting karena kota ini tidak berada tepat di meridian standar zona waktu Indonesia Barat. Bila koordinat tidak dimasukkan secara spesifik, jadwal salat dapat menjadi terlalu cepat atau terlalu lambat dibanding kondisi matahari aktual di lokasi.

Lintang juga memengaruhi durasi siang dan malam sepanjang tahun. Semakin jauh suatu kota dari khatulistiwa, semakin besar variasi panjang siang, yang berdampak pada Fajar, Isya, dan Asar. Bandung memang tidak berada pada lintang ekstrem, tetapi cukup untuk membuat penyesuaian astronomi menjadi perlu. Karena itu, penggunaan koordinat presisi sangat membantu masjid, aplikasi salat, dan kalender ibadah agar hasilnya lebih akurat dan dapat direproduksi secara matematis.

Masjid dan pusat ইসলাম di Bandung

Berikut beberapa masjid dan pusat Islam yang dikenal di Bandung. Data alamat dan kontak dapat berubah, sehingga sebaiknya diverifikasi kembali sebelum kunjungan.

Nama Alamat Telepon
Masjid Raya Bandung Jl. Asia Afrika No. 61, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat 40251 Tidak tersedia
Masjid PUSDAI Jawa Barat Jl. Diponegoro No. 63, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115 Tidak tersedia
Masjid Salman ITB Jl. Ganesa No. 7, Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132 Tidak tersedia
Masjid Agung Trans Studio Bandung Area Trans Studio Bandung, Jl. Gatot Subroto, Kota Bandung, Jawa Barat Tidak tersedia

Dalam konteks Bandung, jadwal salat yang paling dapat dipercaya adalah yang menghormati kombinasi antara metode fikih, parameter senja, dan koordinat lokasi yang presisi. Itulah alasan mengapa perhitungan astronomi modern menjadi standar utama dalam penyusunan waktu salat yang akurat bagi jamaah di kota ini.

Situs ini menggunakan cookie.